Kamis, 10 April 2014

Kuceritakan sebagian kisah hidupku. Namaku tak perlu kusebutkan. Beberapa bulan yang lalu, aku mengenal sesosok lelaki, namanya sederhana dan cukup menyebutkan satu kata saja. Martono. Dia bukan orang yang baru bagi lingkunganku, tetapi dia orang yang baru bagi kehidupanku. Sebenarnya aku mengenalnya sudah hitungan tahun, tetapi aku hanya cukup tau dia dan aku tidak begitu tau tentangnya. Dia sosok yang kukagumi, parasnya memang yang semenawan pria cover majalah, tetapi dia memiliki daya tarik tersendiri bagiku. Mendekatinya pelan, namun pasti. Bukan untuk kujadikan tokoh dalam cerita dongengku, bukan pula tokoh dalam cerpenku, tetapi dia tokoh dalam kehidupanku.
Dimulai dengan jejaring sosial murahan, gratisan pula, kami bertukar nomor telfon, hingga dia mulai sedikit demi sedikit menceritakan tentangnya. Tentang masalah yang sedang ia hadapi dalam kehidupannya. Tak ada sedikitpun canggung bagiku karena aku cukup tau tentang dia. Bak menjadi tong sampah aku dikala itu, mendengar, mendengar dan mendengar itu itu saja. Awalnya aku tak peduli dan cukup tau cerita dia.
Hingga ia jatuh dan aku mulai berusaha membangkitkannya, saat itu aku masih tak begitu tertarik untuk memilikinya, tak lain adalah karena aku takut gagal, takut ia lebih memilih kembali pada masa lalunya.
Dan semakin sering aku dan dia berkomunikasi, dari mendengar keluh kesahnya hingga hal yang tak penting pun kami ceritakan, hingga aku dapat merasakan cemburu setiap kali ia menceritakan wanita lain didepanku, itu membuatku semakin tertantang harus bisa membangkitkannya, mengambil hatinya hingga memilikinya.
Selang satu bulan lebih, aku memberanikan diri meng-iyakan ajakannya untuk jalan berdua, karena sebelumnya aku seringkali mencari alasan hanya karena aku belum memberanikan diri untuk bersamanya, aku masih terbayangi perasaan kecewa yang kurasakan sekitar lima bulan lalu sebelum aku dekat dengannya.
Dihari itu pula, dia menawarkan untuk kami menjadi lebih dari sekedar teman dan aku tak diberi kesempatan panjang untuk berfikir. Dengan bismillah, aku mengiyakannya walau berjuta ketakutan membayangi pikiranku.
Seiring waktu berjalan, aku terus berusaha ada untuk dia hanya karena aku takut jika ia kembali pada masa lalunya. Sering aku ragu, terkadang terpikir ingin mundur, tapi tak bisa bohongi hatiku bahwa aku menyayanginya. Rasa sayang ini seperti terpupuk dan tumbuh subur dalam hatiku, meski entah apa yang memupuknya. Padahal kami seringkali bertengkar, beda pendapat dan sama – sama cuek.
Aku terus berusaha membuatnya agar ia menjadi milikku seutuhnya, apa pun kan kulakukan. Menelfonnya setiap malam walau terkadang yang kudengar hanya keluhnya tentang masa launya, walau kala itu aku sakit ketika mendengarnya namun aku tetap stay dengan telinga panas dan aku selalu berkata “aku rapopo”, mengucapkan selamat pagi untuknya, meredam amarahnya. Terkadang aku merasa jika aku menjadi orang yang bukan diriku sendiri, tetapi untuknya aku rela. Menuruti apa kemauannya. Dan sama sekali, aku bukanlah orang yang seperti itu, hanya diam dan menurut tetapi entah apa yang membuatku begitu terhadapnya.
Ia banyak mengajarkan berbagai hal padaku, mengajarkan aku menjadi dewasa, mengajarkan bagaimana sopan santun terhadap yang lebih tua, sopan santun terhadap lingkungan, keramahan, mengajarkan bagaimana menjaga komitmen, mengajarkan arti kesetiaan, mengajarkan bagaimana kita harus menepati sebuah janji. Kupikir ia banyak berkorban mendidikku, mendidik menjadi orang yang jauh lebih baik.
Selisih usia kami cukup jauh, empat tahun. Dan aku tak biasa menghadapi seseorang yang seusianya. Tapi itu bukan halangan bagi kami, selama kami saling bisa menjaga, mendidik, dan sabar semuanya akan langgeng.
Beberapa waktu lalu, ia mengalami kecelakaan. Dan sengaja kukorbankan kuliahku untuk ada disampingnya dan rela jauh, panas, lelah, lapar pula ku tahan. J ini salah satu caraku mendekatkan diri kepadanya agar ia tak semakin jauh dariku. Ya bisa dibilang ini kesempatan bagiku agar ia tau bahwa aku pantas untuk berada disampingnya. Bahwa aku pantas bersamanya. Aku selalu berusaha, meluangkan waktuku untuknya walau kadang aku dihadapkan setumpuk tugas yang terkejar deadline, maklum aku mahasiswa sibuk sedangkan ia pekerja yang cukup santai.
Sebentar lagi kudengar ia dipindah tugaskan. Ketakutan mulai membayangiku. Tempat dimana ia akan bekerja, bersama masa lalunya, aku tak rela. Bagaimanapun akan ku lakukan agar ia tak akan kelain hati, membuatnya semakin dan semakin cinta kepadaku adalah tantangan bagiku karena dia tipikal orang yang cukup cuek walau dia selalu mengatakan bahwa aku wanita paling cuek tapi bagiku, dia jauh lebih cuek. Dia bilang wanita itu mengandalkan rasa sedangkan lelaki itu mengandalkan logika, kenyataannya dia yang mengandalkan rasa sedangkan aku lebih kepada logika.

Tuhan aku selalu berharap, jangan biarkan ia membuatku kecewa.
next.........................................

1 komentar:

  1. Setia....qt akn terlihat solid di depan semua orang .cintta qt akn trlihat mahal harganya..cinta qt tidk murahan yg sering gonta ganti pasangan..apa siih yg akn qt dpt dri tdk stia..yg ada qt hanya akn memulai mengenal soaok baru yg belum qt kenal..kalu qt kmbali ke masallu sama aja qt bunuh diri tlh mengambil kputsan yg jelas jelas qt sdah tau masallu tlh bwt qt kcwa..apa siih yg qt cari dg cinta ini..."kebahagiaan"..? Iya itu pasti ...siapa sihh yg tdk mau hidupnya bahagia..bahagia itu relatif..manusia kalau di fikir" kurang terus tak ada puasnya..bahagia itu bisa qt ukur dg sejauh mana qt dpt bersukur dg apa yg tlh di berikan tuhan kpd qt...bukan keinginan qt yg trcapai..kenapa begitu??krna tuhan lebih tau mana yg trbaik bwt qt...bahagia itu qt yg ciptakan...ayo lah qt cari qt raih bahagia itu sama sama...


    Ramah&sopan santun..@qt akan lebih dihargai oleh seseorang bahkn oleh semua orang...dg qt ramah pintu silahturokhmi iti akn terbuka untk siapapun..siapapun dia qt wajib untk ramah walaupun dia org yg tlh bwt qt sakit bahkan bwt qt trluka..dg sopan santun qt akn di hargai oleh seseorang karna qt tlah menghormati orag tsbt..otomatis orng tsbt akn menghargai qt..dunia akan ramah kpada qt jika qt yg memulainya...cukup dg senyum maka dunia akn tersenyum kpd qt...bukankah semua seudah jelas bhwa senyum itu sebagian dari ibadah...seberapa berat nya siih tersenyum itu..??





    Janji/yg sering qt katakan adalah komitment..
    .....
    itu adalh pondasi qt unt menjalani kehidupan qt berdu kedepan nya...seberapa lmnya mereka bersatu jika mereka tak bisa saling memegang komitmen awal
    Atau hanya salah satu yg memegang komitmen itu..semua tak ada gunanya..dan semua bakalan berakhir...sek wes nilah wae iso bubar ojo meneh sek mung pacaran


    Itulah manusia yg tak pernah bersyukur dg apa yg tlh mereaka miliki...KOMITMEN itu untuk qt berdua bukan untk aq atau kmu.tapi qt berdua harus pegang komotmen dan jani itu...roda itu berputar semua akn masaanya...ibarat qt menanam qt jg lah yg akn memanen nya nanti...






    INI KITA BUKAN AQ ATAU KAM
    Ayo qt jalani semua ini bersama..itu komitmen qt..qt rawat qt jaga bersama...dan bahagia itu jga milik qt ayo qt cari bersama
    ...cinta ini pun cinta qt jaga dan tankn baik baik dlm hati qt...tak peduli setan tak peduli lawan mari qt tunjukan bersama bahwa qt mampu bangkit dan buktikan kepada semua.bahwa kita ini bukanlah pecahan kaca yg tak berguna lagi.
    tpi qt masih bisa membangun nya lagi dan menyusun pecahan itu menjadi istana kaca yg indah dari yg paling indah.
    ...



    I LOVE U SAYANG.. percayalah bhwa cinta ini dan hati ini sekarng tlah menjadi milikmu seutuhnya
    ...tolong jaga dan rawatlah hati ini...sesuai dg komitmen itu...

    BalasHapus