Kamis, 10 April 2014

Ketika kamu tak lagi sempurna dimataku, entah kamu yang mulai menjauh dariku, entah aku yang mulai lelah mengagumimu atau kah entah ada orang lain yang lebih bisa meraih hatiku. Tetapi saat itu pula aku tak lagi menganggapmu ada baik dimasa depanku dan juga masa laluku. Membuatku lupa akan perasaan yang pernah kumiliki untuk kamu, kupikir ini akan membuatku lebih baik dan mungkin semakin lebih baik dari keadaanku yang sebelumnya. Ketika soosk lain itu hadir, aku hanya sanggup berkata jika kami telah bersepakat untuk berjalan dengan jalan masing – masing dan cara masing – masing hingga kelak kami dipertemukan dipuncak pada saatnya nanti. Bukan aku tak mau menemaninya mendaki tetapi aku lebih suka berjalan bersamanya meski kami tidak satu tempat dan meski kami dipisahkan oleh keadaan, itu akan lebih baik supaya kami diajarkan mandiri dan supaya kami lebih bisa menyiapkan diri kami untuk masa depan kami nantinya. Tak perlu kamu memandang saya buruk karena saya tidak bersamanya untuk menemaninya, tapi pandanglah cara kami mempersatukan diri. Lihat bagaimana kami bisa, tidak seperti kalian yang dipandang baik oleh orang lain tetapi hati kalian bergoncang hebat. J


Kupikir Tuhan memiliki cara terindah menyatukan kami, kuserahkan semuanya kepada Tuhan. Entah dengan siapa, entah bagaimana caranya aku tak ingin tau sebelumnya. Kupikir waktu kemaren adalah bagaimana Tuhan mengembalikan kamu tetapi ternyata aku salah. Tuhan masih melindungiku. Tuhan masih menjagaku dengan memberikan aku sakit sehingga jalan untuk ku dan kamu sedang Tuhan alihkan. Aku tak apa, meski sempat kecewa, Tetapi aku percaya jika Tuhan menyiapkan yang lebih indah. Cukup begitu saja kupasrahkan semuanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar