Ketika kamu tak
lagi sempurna dimataku, entah kamu yang mulai menjauh dariku, entah aku yang
mulai lelah mengagumimu atau kah entah ada orang lain yang lebih bisa meraih
hatiku. Tetapi saat itu pula aku tak lagi menganggapmu ada baik dimasa depanku
dan juga masa laluku. Membuatku lupa akan perasaan yang pernah kumiliki untuk
kamu, kupikir ini akan membuatku lebih baik dan mungkin semakin lebih baik dari
keadaanku yang sebelumnya. Ketika soosk lain itu hadir, aku hanya sanggup
berkata jika kami telah bersepakat untuk berjalan dengan jalan masing – masing
dan cara masing – masing hingga kelak kami dipertemukan dipuncak pada saatnya
nanti. Bukan aku tak mau menemaninya mendaki tetapi aku lebih suka berjalan
bersamanya meski kami tidak satu tempat dan meski kami dipisahkan oleh keadaan,
itu akan lebih baik supaya kami diajarkan mandiri dan supaya kami lebih bisa
menyiapkan diri kami untuk masa depan kami nantinya. Tak perlu kamu memandang
saya buruk karena saya tidak bersamanya untuk menemaninya, tapi pandanglah cara
kami mempersatukan diri. Lihat bagaimana kami bisa, tidak seperti kalian yang
dipandang baik oleh orang lain tetapi hati kalian bergoncang hebat. J
Kupikir Tuhan
memiliki cara terindah menyatukan kami, kuserahkan semuanya kepada Tuhan. Entah
dengan siapa, entah bagaimana caranya aku tak ingin tau sebelumnya. Kupikir
waktu kemaren adalah bagaimana Tuhan mengembalikan kamu tetapi ternyata aku
salah. Tuhan masih melindungiku. Tuhan masih menjagaku dengan memberikan aku
sakit sehingga jalan untuk ku dan kamu sedang Tuhan alihkan. Aku tak apa, meski
sempat kecewa, Tetapi aku percaya jika Tuhan menyiapkan yang lebih indah. Cukup
begitu saja kupasrahkan semuanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar