Selasa, 16 September 2014

the night

Dulu, aku jadi tong sampah, tempat ia meluapkan segala emosinya, tempat ia menceritakan segala yang terjadi padanya, tempat ia menceritakan penghiatan yang ia alami, tampat ia menceritakan tentang wanitanya yang ia puja. Sakit. Lalu siapa aku ini? Kau anggap aku ini aku?
Aku hanya diam sambil terus berharap bahwa kalanya engkau sadar dan engkau mengerti apa yang telah kukorbankan, mata yang kusangga agar tetap terbuka, bibir yang kututp agar aku diam mendengarkanmu, telinga yang kudinginkan agar aku tetap bertahan mendengarkanmu, hati yang kurombak menjadi perempuan yang lembut dan dengan penuh sabarku menghadapi semua sikapmu.
Kamu sakit pun, aku berusaha ada disampingmu, menuruti semua inginmu, lelah aku tak peduli, sakit aku tak peduli, kamu dirumah sakit aku selalu berusaha ada disamping kamu, walau lelah, walau hati ini sakit melihat keadaanmu, walau hati ini sakit ketika ada perempuan lain yang kau bawa, kau anggap apa aku disana, aku yang selalu berusaha meluangkan waktuku hingga tak peduli lelahku, hanya karena ingin kamu bahagia. Setelah kamu sembuh pun, aku mengorbankan waktuku untuk mengurusi semua kepentinganmu hanya agar kamu dapan kembali bekerja, menggapai apa yang kamu inginkan.
Katika engkau terpuruk, ketika engkau lemah, ketika engkau tak berdaya, aku berusaha sekuat kemampuanmu, mengorbankan kepentinganku dan berusaha ada disampingmu, walau lelah, walau hati ku remuk, tetapi aku berusaha menutupi itu semua hanya karena aku melindungi hatimu dari lara, aku rela merasakannya sendirian dan aku tetap tersenyum dihadapanmu, dan memberikan segalanya yang engkau ingin, yang engkau mau.
Menemanimu disetiap inginmu, aku stay seharian ditempat yang sesungguhnya semakin membuat pikirku penat, tetapi untukmu aku tetap ada. Mengusahakan semua yang kau butuhkan, semua yang kiranya membuatmu lebih baik, walau lelah tetapi aku mencoba tetap kuat hanya demi kamu.
Dan aku belain nemenin kamu, jauh aku tetap ada disampingmu, ku paksain kamu agar mau berusaha untuk yang lebih baik, dan yang lebih baik bagi masa depanmu. Ku lakukan semua ini hanya ingin hidupmu menjadi lebih baik. Karena aku ingin menjadi wanita yang mengerti segala yang kau usahakan, aku pun ingin turut ada didalam usahamu walau aku hanya bisa mendukungmu dibelakang dan walau aku hanya bisa mendoakanmu bersama dengan cinta kasih yang selalu kuberikan. Cinta ini tak akan pernah lumpuh meski engkau membuat asaku lumpuh tuk tetap mengejarmu, tapi aku tak akan pernah lelah seperti kasih ini tak akan lelah menjagamu, menemanimu meski engkau menggoreskan luka dihatiku.

Namun jika yang mulanya aku menjadi tong sampah dan pada akhirnya aku yang akan kau jadikan sampah yang akan kau buang, sungguh, aku tak pernah rela. Jiwa, raga, yang kuberikan padamu semua kulakukan hanya agar engkau mengerti bahwa disini aku adalah wanita yang ingin menjadi makmum bagimu. Semua kulakukan untuk kita, namun jika kau tak menghargainya? dimanakan hatimu?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar