Dulu, aku jadi tong sampah,
tempat ia meluapkan segala emosinya, tempat ia menceritakan segala yang terjadi
padanya, tempat ia menceritakan penghiatan yang ia alami, tampat ia
menceritakan tentang wanitanya yang ia puja. Sakit. Lalu siapa aku ini? Kau anggap
aku ini aku?
Aku hanya diam sambil terus
berharap bahwa kalanya engkau sadar dan engkau mengerti apa yang telah
kukorbankan, mata yang kusangga agar tetap terbuka, bibir yang kututp agar aku
diam mendengarkanmu, telinga yang kudinginkan agar aku tetap bertahan
mendengarkanmu, hati yang kurombak menjadi perempuan yang lembut dan dengan
penuh sabarku menghadapi semua sikapmu.
Kamu sakit pun, aku berusaha ada
disampingmu, menuruti semua inginmu, lelah aku tak peduli, sakit aku tak
peduli, kamu dirumah sakit aku selalu berusaha ada disamping kamu, walau lelah,
walau hati ini sakit melihat keadaanmu, walau hati ini sakit ketika ada
perempuan lain yang kau bawa, kau anggap apa aku disana, aku yang selalu
berusaha meluangkan waktuku hingga tak peduli lelahku, hanya karena ingin kamu
bahagia. Setelah kamu sembuh pun, aku mengorbankan waktuku untuk mengurusi
semua kepentinganmu hanya agar kamu dapan kembali bekerja, menggapai apa yang
kamu inginkan.
Katika engkau terpuruk, ketika
engkau lemah, ketika engkau tak berdaya, aku berusaha sekuat kemampuanmu,
mengorbankan kepentinganku dan berusaha ada disampingmu, walau lelah, walau
hati ku remuk, tetapi aku berusaha menutupi itu semua hanya karena aku
melindungi hatimu dari lara, aku rela merasakannya sendirian dan aku tetap
tersenyum dihadapanmu, dan memberikan segalanya yang engkau ingin, yang engkau
mau.
Menemanimu disetiap inginmu, aku
stay seharian ditempat yang sesungguhnya semakin membuat pikirku penat, tetapi
untukmu aku tetap ada. Mengusahakan semua yang kau butuhkan, semua yang kiranya
membuatmu lebih baik, walau lelah tetapi aku mencoba tetap kuat hanya demi
kamu.
Dan aku belain nemenin kamu, jauh
aku tetap ada disampingmu, ku paksain kamu agar mau berusaha untuk yang lebih
baik, dan yang lebih baik bagi masa depanmu. Ku lakukan semua ini hanya ingin
hidupmu menjadi lebih baik. Karena aku ingin menjadi wanita yang mengerti
segala yang kau usahakan, aku pun ingin turut ada didalam usahamu walau aku
hanya bisa mendukungmu dibelakang dan walau aku hanya bisa mendoakanmu bersama dengan cinta kasih yang selalu kuberikan. Cinta ini tak akan pernah lumpuh meski engkau membuat asaku lumpuh tuk tetap mengejarmu, tapi aku tak akan pernah lelah seperti kasih ini tak akan lelah menjagamu, menemanimu meski engkau menggoreskan luka dihatiku.
Namun jika yang mulanya aku
menjadi tong sampah dan pada akhirnya aku yang akan kau jadikan sampah yang
akan kau buang, sungguh, aku tak pernah rela. Jiwa, raga, yang kuberikan padamu
semua kulakukan hanya agar engkau mengerti bahwa disini aku adalah wanita yang
ingin menjadi makmum bagimu. Semua kulakukan untuk kita, namun jika kau tak menghargainya? dimanakan hatimu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar